Tag

, , , , , ,

Facebook ibarat belati bermata dua. Bagi yang telah memiliki kedewasaan berpikir dan bertindak, akan bijaksana menggunakannya untuk menjaring relasi, memperkaya pengalaman dan ilmu pengetahuan, merekatkan keakraban mutualisme dengan teman-teman seprofesi, dan menjalin silaturrahmi yang bermanfaat dengan teman-teman lama maupun baru. Tetapi bagi yang belum “dewasa”, biasanya Facebook hanya digunakan untuk menunjukkan eksistensi diri, sarana meluapkan sisi narsisme, sekadar untuk curhat-curhatan yang tidak jelas, bahkan tidak sedikit yang terjebak dalam perilaku yang tidak terpuji.

Semakin banyak perceraian terjadi karena Facebook. Semakin gencar perselingkuhan di mana-mana karena Facebook. Bahkan, semakin sulit menghitung berapa banyak generasi muda yang hamil di luar nikah juga karena Facebook. Wal ‘iyadzu billah..

Teknologi diciptakan untuk mempermudah hidup dan kehidupan. Meski demikian, perlu sikap dewasa dan bijaksana untuk menggunakannya. Apalagi jika kita memang masih peduli dengan rambu-rambu agama dan norma-norma kesopanan. Ingatlah, bahwa kita adalah orang-orang timur yang “terkenal” sangat menghargai norma-norma moral dan agama, meski oleh sebagian orang kerap dipandang sebagai orang-orang “kolot” dan terbelakang. Biarlah, setan berteriak kafilah tetap berlalu.

Gunakanlah Facebook secara bijak. Jika merasa belum siap kendali, alangkah baiknya tidak usah menceburkan diri ke jejaring sosial yang “kejam” dan penuh fitnah ini. Pesan ini terutama saya tujukan untuk gadis-gadis belia yang masih sadar bahwa kecantikan dan kegadisannya adalah anugerah terindah untuk membahagiakan calon suaminya kelak. Begitu pula untuk para wanita bersuami yang masih sadar bahwa tiada lagi yang patut dimintai pendapat dan berhak memperhatikan kehidupannya kecuali sang suami tercinta.

Kecantikanmu hanya untuk suami/calon suamimu..
Keindahanmu adalah cermin keindahan Allah yang sepatutnya hanya dinikmati oleh lelaki pendamping hidupmu hingga saatnya menghadap Allah..
Kegadisanmu adalah mahkota emas bertahta berlian yang harus kau pelihara sebaik-baiknya hingga para saksi nikah mengucapkan kata “sah!”..
Keluh kesahmu alangkah baiknya kau simpan hingga Allah datangkan seorang pasangan hidup sejati yang mau mendengarkanmu dengan tulus dan membantu mencarikan solusi terbaik..

Sungguh berbahagia para wanita yang ditakdirkan oleh Allah untuk senantiasa mendampingi belahan jiwanya, pasangannya yang sah, di dunia dan di akhirat. Sungguh merupakan anugerah yang tak ternilai hebatnya tatkala di syurga ia kembali dipersatukan dengan suaminya di dunia dengan kecantikan melebihi para bidadari, dan cinta tak berbatas kata dari suaminya melebihi cintanya pada para bidadari pendamping yang disiapkan oleh Allah swt. Tak maukah kalian diberi anugerah seperti itu? Mari tanyakan pada hati nurani kita masing-masing..

Semoga Allah swt. senantiasa melindungi kita dari segala hal tercela yang tidak disukai-Nya, sehingga rahmat Allah swt. tak akan pernah terputus dan terhalangi sebab kedha’ifan diri kita masing-masing. Amin. [Ibn Dawam]

Iklan