Tag

, , , , ,

Untuk kita yang masih terlena menggantungkan diri pada harta, suatu saat harta itu akan sirna karena hanya titipan semata;

Untuk kita yang masih terlena menggantungkan diri pada pangkat dan jabatan, suatu saat itu semua akan sirna karena hanya sebagai pemantas hidup di dunia;

Untuk kita yang masih terlena menggantungkan diri pada ilmu, suatu saat ia akan menjadi “duri” yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Maha Kuasa;

Untuk kita yang masih terlena menggantungkan hidup pada orang lain, keluarga, kerabat, famili, teman dekat, guru, dan lainnya, suatu saat mereka semua akan binasa, karena kesempatan hidup di dunia hanya sementara;

Pada hakikatnya kita hidup sebatang kara, kembali kepada-Nya juga dalam kondisi yang sama, mempertanggungjawabkan semuanya tanpa pembelaan dan sokongan dari siapa-siapa. Lalu kenapa kita masih saja bergantung pada mereka semua?

Gantungkanlah hidup di dunia dan akhirat hanya kepada Allah swt, satu-satunya yang takkan pernah sirna, binasa, dan membuat kecewa. Allah swt. Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-hambanya. Maka, segala harapan, impian, angan-angan, keluh-kesah, dan doa selayaknya hanya dipersembahkan kepada-Nya, bukan pada yang lainnya.

Kita tak pernah sendiri, karena selalu ada Allah swt. yang menemani, mengawasi, mengasihi, menyayangi, melindungi, memberi rezeki, dan mencintai secara hakiki bagi hamba-Nya yang mau peduli, mencintai, menaati, dan menjadikan Dia satu-satunya harapan, tersemat dalam segala doa dan keluhan.

Mintalah segala impian kepada-Nya, dan keluhkan kejamnya dunia kepada-Nya, agar Allah berkenan memberikan anugerah terbaik dan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung beroleh cinta-Nya di dunia dan akhirat. Amin. Barakallahu fikum. [Ibn Dawam]

Iklan