Tag

, , , , ,

Yang nanya, “mana dalilnya?” ga sadar kalo dia dah buka rahasianya sendiri, bahwa dia bodoh, perlu nyantren lagi yang bener mas.

Yang ngomong “itu ga ada dalilnya!” ketauan kalo dia baru sempet buka satu-dua kitab saja. Atau, jangan-jangan malah ga bisa baca kitabnya?

Yang ngomong “itu ga pernah dicontohin nabi!” Hebat! Berarti hafal dan paham semua hadits nabi, ngalahin Abu Hurairah, Sayyidah ‘Aisyah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan sahabat serta imam lainnya. Padahal mereka-mereka yg ‘alim saja masih mau menghargai pendapat orang lain.

Kalo masih merasa bodoh, bertanyalah dengan baik, atau minta diajarkan. Kalo merasa lebih pandai, ajarilah dengan baik dan santun saudara-saudaramu sesama Muslim. Keduanya bisa dapat pahala yg besar dari Allah, ketimbang mencaci, menghujat, bahkan menghakimi, malah dapat dosa. Tidak ada yang sempurna kecuali Allah swt.

Kalo saya, memang merasa masih jadi orang bodoh, makanya saya manut dan ikut saja sama kyai-kyai, karena saya yakin mereka tidak sebodoh saya.

Silahkan ikuti apa yang buat nyaman diri kita. Ngeributin urusan orang lain, toh ga ada gunanya kan? [Ibn Dawam]

Iklan