Tag

, , ,

Semakin marak kuis-kuis berhadiah Haji, Umrah, dan harta benda, tetapi tidak ada yang berani mensponsori kuis yang berhadiah syurga. Padahal kuis itu sangat mudah, bahkan bocoran jawabannya sudah ada (lebih jelas dan pasti benar dibandingkan bocoran soal-soal UN, tanpa harus merogoh kocek atau cari-cari “orang dalam” untuk mendapatkan kuncinya). Paling tidak, ada 6 pertanyaan kuis yang diajukan:

Soal Pertama: Man Rabbuka? (Siapa Tuhanmu?)
Jawaban: Allahu Rabbi (Allah adalah Tuhanku)

Soal Kedua: Man Nabiyyuka? (Siapa Nabimu?)
Jawaban: Muhammadun SAW. Nabiyyi (Muhammad SAW. adalah Nabiku)

Soal Ketiga: Ma Dinuka? (Apa Agamamu?)
Jawaban: Al-Islamu Dini (Islam adalah agamaku)

Soal Keempat: Man Imamuka? (Siapa Imammu?)
Jawaban: Al-Qur’anul Karim Imami (Al-Qur’anul Karim adalah Imamku)

Soal Kelima: Aina Qiblatuka? (Di mana qiblatmu?)
Jawaban: Al-Ka’batu al-Musyarrafah Qiblati (Ka’bah adalah Qiblatku)

Soal Keenam: Man Ikhwanuka? (Siapa saudaramu?)
Jawaban: Al-Muslimuna wal Muslimatu Ikhwani (Muslimin dan Muslimat adalah saudaraku)

Mudah bukan? Hanya 6 soal sederhana, dan jawabannya juga sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Jika berhasil, doorprizenya langsung dapat syurga plus hadiah hiburan yang dibayar di muka: hamparan pembaringan dan permadani yang lembut, empuk, megah, dan wangi beraneka macam bunga bercampur aroma misk dan za’faran, untuk tempat beristirahat sambil menunggu doorprizenya diserah-terimakan. Bukan hanya itu, teman ngobrol yang rupawan, bercahaya, setia mendampingi hingga batas waktu yang ditentukan oleh Allah swt, yang merupakan perwujudan kesetiaan Al-Qur’an kepadanya di alam barzakh.

Ternyata, meskipun mudah, tidak semua dari kita mampu untuk menjawabnya. Bukan karena tidak bisa berbahasa Arab, tetapi karena yang akan menjawab bukanlah sekadar mulut belaka, atau hasil hafalan kita dunia. Yang akan ‘membantu’ menjawab adalah amal-amal shaleh kita di dunia, dan tentu saja ‘keridhaan’ dan ‘hidayah’ Allah swt. untuk menggerakkan lisan kita yang telah kelu berkalang debu, ulat-ulat, bahkan darah dan nanah yang membeku.

Kuis ini bukan hanya semata-mata untuk peserta dan orang-orang tertentu, tetapi kita semua akan diikut-sertakan, tak peduli siap atau tidak.

Bagaimana sahabatku, sudah siap mengikuti kuis berhadiah syurga? persiapan apa yang sudah kita lakukan selama ini? sebanyak apa amal shaleh yang sudah kita investasikan agar kelak lisan kita lancar menjawab pertanyaan? sudahkah kita yakin Al-Qur’an akan mendampingi kita tatkala Izra’il yang disusul Munkar dan Nakir telah membuat janji pertemuan dengan kita? sudahkah kita siap berhadapan seorang diri tanpa keluarga, sanak saudara, dan teman-teman setia yang selama ini membantu kita? apakah orang-orang yang selama ini mendampingi kita telah ridha atas segala kesalahan yang kita lakukan selama ini, sehingga memudahkan proses sakaratul maut?

La haula wala quwwata illa billah.. Semoga kita termasuk orang-orang yang husnul khatimah, sehingga kuis itu ‘sangat’ mudah kita jawab, dan hafalan kita di dunia tak pudar seiring regangan nyawa yang lepas dari badan. Amin ya Rabbal ‘Alamin..

وما توفيقي إلا بالله عليه توكلت وإليه أنيب ..

Iklan