Tag

, , , ,

Seorang sastrawan Arab pernah berkata:

ألا كل شيء ما خلا الله باطل # وكل نعيم لا محالة زائل

– من أجمل الشعر قاله لبيد بن ربيعة –

“Ketahuilah, segala sesuatu yang ada selain Allah adalah batil (fatamorgana) # dan segala kenikmatan pasti akan berakhir”.
(syair terbaik ucapan Labid bin Rabi’ah).

Syair ini pernah diperdengarkan di hadapan Rasulullah saw. Ketika mendengar bagian awal syair, Rasulullah saw. berkomentar, “shadaqa” (ia berkata benar). Ketika mendengar bagian kedua, Rasulullah saw. berkomentar, “illa na’imal jannah” (kecuali kenikmatan syurga); Ni’mat syurga selamanya takkan berakhir.

Rasulullah saw. bukanlah seorang penyair. Beliau sama sekali tak mampu membuat syair. Padahal saat itu orang-orang Arab sangat piawai dalam membuat syair, bahkan menjadi salah satu indikator penilaian suku terbaik di kalangan mereka. Meski demikian, Rasulullah saw sangat pandai mengkritisi syair, terutama hal-hal yang terkait dengan akidah agar umat tidak terjerumus dalam kesesatan.

Allah swt “sengaja” menciptakan Rasulullah saw tak pandai bersyair, karena Allah akan memberinya sesuatu yang jauh lebih istimewa dari itu, “Al-Qur’anul Karim”. Kalamullah yang mulia itu “sengaja” diturunkan kepada makhluk-Nya yang “ummy” (tak bisa baca-tulis) agar manusia bisa berpikir, pantaskah jika Al-Qur’an disebut buatan Nabi Muhammad, sementara membaca atau menulis pun beliau tak mampu? Pantaskah jika Kalamullah yang agung itu dianggap karangan Nabi Muhammad, sementara beliau tak pernah belajar kepada siapapun? Pantaskah jika Kitab Mulia itu disebut bisikan syetan, padahal mereka semua takluk dengan kedahsyatan ayat-ayatnya, bahkan berlari ketakutan ketika ada yang membacanya?

Al-Qur’an sejak diturunkan telah menaklukkan banyak hati. Ia membuat malu dan frustasi para penyair, karena tak satu pun mereka mampu menandingi sastranya. Ia menaklukkan hati-hati gelap para seteru Rasul. Ia menaklukkan kerajaan-kerajaan besar semisal Romawi dan Persia. Bahkan, ia menaklukkan seluruh makhluk yang hidup di dunia, karena tak ada satupun yang mampu mengarang tandingannya meskipun hanya 1 ayat.

Subhanallah.. semoga kita termasuk orang-orang yang meyakini dan mencintai Al-Qur’an. Kemampuan otak kita yang terbatas akan lebih bermakna jika disinari oleh cahaya Al-Qur’an. Jadikan ia pelita dan penuntun jalan, insya Allah kita takkan pernah tersesat selamanya. Amin.

اللهم ارحمنا بالقرآن واجعله لنا إماما ونورا وهدى ورحمة. اللهم ذكرنا منه ما نسينا وعلمنا منه ما جهلنا وارزقنا تلاوته آناء الليل وأطراف النهار واجعله لنا حجة يا رب العالمين

اللهم صل على سيدنا وحبيبنا وشفيعنا ومولانا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا

Iklan