Tag

, , , ,

Allah..
Di manakah kini panutan sejati?

Yang tua tak lagi mampu bersuara.
Bungkam, parau, nasehat mereka tak banyak lagi yang percaya.
Bahkan, begitu banyak mereka
yang telah memadu kasih dengan-Mu di bawah pusara.

Yang muda terlalu mudah berkata.
Dengan ilmu apa adanya mereka berfatwa,
tak peduli itu dusta,
atau hanya kira-kira,
sekadar menutupi bahwa mereka tak pantas ditanya.

Allah..
Ummat-Mu kian terserak,
bagai serpihan buih di pusaran ombak,
serasa dekat nyatanya berjarak,
tak pula jauh karena kami masih berarak,
kami hanya tak punya nahkoda piawai di geladak.

Kami sering merasa benar, dan merekapun sama.
Kebenaran selalu jadi rebutan wasangka tanpa makna.
Padahal, Engkau ciptakan kami berbeda,
agar kami mampu meraih rahmat dan cinta,
yang Engkau tebarkan agar kami bahagia,
mudah dan selesa menjalani syariat agama.

Allah..
Ampuni kami yang selalu merasa hebat,
minim ilmu dan amal serta banyak maksiat,
seringkali menghujat para ulama bermartabat,
seakan kami paling mengerti akhirat,
seakan syurga warisan yang mudah kami dapat,
padahal hati masih berlumur noda pekat.

Allah..
Jangan jadikan kami orang-orang terlaknat,
terbuai nafsu dan kepentingan sesaat,
di dunia kami dianggap hebat,
namun cambuk-cambuk api-Mu siap menghujam di akhirat,
kepada-Mu kami bermunajat,
sebelum mata terkatup rekat,
sebelum mulut terbungkam lekat,
berikan kami lentera mahabbat,
selaksa sejati awan-awan rahmat,
dan tetesan embun magfirah yang takkan lagi tertambat.

Allah..
Berikan kami ridha-Mu..
Sampaikan salam kami kepada Nabi-Mu..
dan masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang mencintai-Mu,
menaati-Mu, dan mengejawantahkan seluruh kebaikan dan keagungan-Mu..

Iklan